Kata Anah, saat ini pihaknya melalui petugas kesehatan (nakes) bekerja sama dengan kader Posyandu di lapangan, khususnya yang berada wilayah terdampak banjir untuk memperhatikan genangan air.
“Selain terjun langsung ke lapangan, kami mengajak semua pihak untuk menyosialisasikan PSN (pemberantasan sarang nyamuk-red),” katanya.
Kata Anah, PSN sebagai langkah antisipasi. Seperti, membersihkan saluran air, memberikan abate atau pestisida untuk mengendalikan jentik nyamuk Aedes aegypti, menerapkan pola hidup sehat, dan membersihkan lingkungan. “Itu yang harus dilakukan,” katanya.
Untuk penanganan medis, dirinya telah meminta nakes untuk memeriksa kondisi kesehatan secara berkala, khususnya untuk masyarakat yang tinggal terdampak banjir.
“Kami mengajak semua elemen, yang datang memberikan bantuan agar mengingatkan pentingnya melaksanakan PSN,” terangnya.
Anah mengatakan, gejala yang seringkali ditemukan saat orang DBD seperti demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Menurutnya, pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa. “Tentu pastinya membutuhkan diagnosis medis,” katanya.
Reporter: Fauzan Dardiri
Editor: Agung S. Pambudi











