TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Abdul Rachim menghimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak melakukan aksi tawuran.
“Akhir-akhir ini sering terjadi tawuran yang melibatkan remaja dan siswa. Untuk itu Polri minta para orangtua melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Apalagi menjelang dan selama Ramadhan. Terutama sehabis sahur hingga pukul 6 pagi rawan terjadi gesekan yang berujung tawuran,” kata Abdul Rachim pada Diskusi Publik bertema Fokus Pembangunan di Era Pandemi yang digelar Tangerang Ekspres untuk memperingati HUT nya yang ke 13.
Pernyataan ini sebagai bentuk keprihatinan, menyusul aksi tawuran antarpelajar di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Senin, 28 Maret 2022 siang. Dalam peristiwa itu seorang pelajar meninggal terkena sabetan senjata tajam.
Menurut pria yang dekat dengan kalangan wartawan ini, Kapolresta Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin langsung datang ke lokasi kejadian, Jalan Raya Tanjung Pasir, Kampung/Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga. Sementara dirinya ditugaskan menghadiri acara tasyakuran HUT ke 13, Tangerang Ekspres.
Dikatakan Abdul Rachim, Kapolda (Metro Jaya-Red) memberikan atensi khusus terhadap aksi tawuran ini. Sedini mungkin untuk dapat dicegah atau dihindarkan jangan sampai terjadi.
Untuk itu, para orang tua harus mengawasi secara ketat anak-anak remajanya. “Sebab yang sering terlibat dalam aksi tawuran adalah para remaja yang umurnya sekitar 15 tahun,” lanjut Abdul Rachim, yang sering dipercaya membaca rawi apabila tengah pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain itu, Polri akan gencar melakukan patroli siber. “Sebab sekarang ini, aksi tawuran biasa bermula dari ejek-ejekan di medsos. Yang kemudian saling tantang untuk melakukan tawuran,” lanjut Abdul Rachim yang pernah bertugas di Sampit, Kalimantan Barat, saat terjadi kerusuhan etnis puluhan tahun silam.
Seperti diberitakan Radar Banten, Selasa (29/3) terkait aksi tawuran di Teluk Naga, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin mengatakan, dua kelompok yang terlibat, yaitu dari Sekolah DN dan MTsN. Kapolres menghimbau kepada para orangtua agar menyerahkan anaknya yang terlibat aksi tawuran ke Mapolsek Teluk Naga.
Kapolres menambahkan, aksi tawuran ini merupakan fenomena lama yang terjadi lagi yaitu dengan modus ujaran ujaran kebencian atau sambil tantang di media sosial.
Menurut Kapolres, saat ini pihaknya juga sedang memeriksa akun-akun yang terlibat atau menyulut terjadinya aksi tawuran. “Ketika terbukti akan kami tindak,” janji Kapolres.
Penulis : M Widodo











