Padahal, puasa merupakan salah satu ibadah yang harus dipelihara baik-baik, menjaga diri dari hal-hal yang tidak berfaedah, dan menjauhi dari setiap sesuatu yang merusak pahala puasa karena semua itu bisa mengotori puasa dan akan memberikan dampak kurang sempurna terhadapnya. Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengeluarkan zakat fitrah tak hanya untuk membersihkan jiwa dari kekurangann yang dilakukan saat puasa. Lebih dari itu, zakat fitrah juga menjadi penyebab tertolongnya orang fakir-miskin dari meminta-minta pada malam dan Hari Raya Idul Fitri.
B. Zakat Sebagai Pembersih
Dalam sebuah hadis, Rasulullah mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia, dan ucapan tidak baik, dan sebagai makanan bagi orang miskin. ‘Siapa yang menunaikannya sebelum salat hari raya maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat hari raya maka termasuk sedekah biasa.” (HR Abu Daud). Jadi, hikmah hadis ini bahwa zakat fitrah menjadi penyelamat bagi puasa umat Islam yang kurang sempurna, juga sebagai bahan pangan pokok yang dibutuhkan fakir-miskin, terutama pada masa-masa ekonomi sulit seperti masa pandemi covid 19 saat ini,”
Sunnatullah menegaskan, dengan menunaikan zakat, umat Islam akan menyelamatkan nyawa fakir-miskin yang sedang kelaparan pada masa-masa darurat. Sunnatullah mengutip Imam Waqi’ yang juga guru Imam Syafi’i yang mengutarakan zakat fitrah dan sujud sahwi memiliki sisi kesamaan, yaitu sama-sama menutup kekurangan-kekurangan ibadah. Pada tiap bulan Ramadan, umat muslim di seluruh dunia wajib menunaikan Zakat Fitrah. Sebagaimana Rasullulah SAW bersabda dari Ibn Umar yang berbunyi:
“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, pada hamba sahaya, orang yang merdeka, lelaki, perempuan, kanak-kanak dan orang dewasa dari kaum muslimin” (HR Bukhari).
Dalam istilahnya, Zakat Fitrah ialah sedekah yang wajib dikeluarkan selepas berbuka untuk beraya dan selesainya Ramadan. Perintahnya bermula pada tahun kedua Hijriah, yakni tahun dimulainya puasa Ramadan dan bertujuan untuk mensucikan umat muslim yang berpuasa dari kata-kata dan perbuatan yang tidak berguna dan juga untuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Besarnya zakat fitrah adalah 2,5 kg atau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok. Waktu mengeluarkan zakat fitrah boleh diberikan awal bulan Ramadan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang Shalat Idul Fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadan.
Zakat Fitrah wajib dikeluarkan dalam setiap tahun, ketika bulan Ramadhan tiba. Zakat fitrah merupakan ketentuan secara khusus terhadap umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, diwajibkan pada tahun kedua dari hijrahnya Nabi, tepatnya dua hari sebelum dilaksanakannya hari raya Idul Fitri.











