SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekira 60 persen lulusan SMP/sederajat baik negeri maupun swasta tak tertampung di SMA/SMK negeri di Banten. Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) pada April lalu, jumlah lulusan SMP/sederajat baik negeri maupun swasta mencapai 229 ribu siswa. Namun, daya tampung di SMA/SMK negeri di Banten hanya sekira 86 ribu orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan, memang tak semua lulusan SMP/sederajat dapat diterima di SMA/SMK negeri saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) Provinsi Banten tahun ajaran 2022/2023. “Disitulah peran sekolah swasta maupun pondok pesantren,” ujar Tabrani saat ditemui di kantor Dindikbud Provinsi Banten, KP3B, Rabu (29/6).
Tabrani mengungkapkan, jumlah SMA negeri di Banten yakni 161 unit. Sedangkan SMK negeri sebanyak 91 unit. Apabila dilihat dari jumlah sekolah, tentu tak bisa menampung seluruh siswa lulusan SMP/sederajat dari seluruh wilayah Banten.
Terkait jumlah siswa dalam satu rombongan belajar, mantan Kepala Dindikbud Kota Tangerang ini mengaku pihaknya tak bisa merubah lantaran hal itu telah diatur oleh pemerintah pusat. “Kami tidak bisa menambah jumlah siswa agar lebih banyak yang diterima, karena ada aturannya,” tegas Tabrani.
Pada kesempatan itu, ia mengaku belum dapat mengungkapkan jumlah siswa yang diterima dalam PPDB tahun ini karena tahapannya masih berlangsung. Namun ia mengklaim bahwa tidak ada kendala pendaftaran selama PPDB berlangsung.
Saat ini sedang berlangsung proses daftar ulang untuk jalur afirmasi dan perpindahan tugas orangtua. Kemudian, sekolah akan membuka jalur pendaftaran prestasi.
Kata dia, begitu tahapan PPDB tahun ini rampung, pihaknya akan melakukan evaluasi. “Nanti kami evaluasi. Sejauh ini, PPDB dengan menggunakan server sekolah baik, tidak ada kendala. Jadi bisa saja tahun depan sama, tapi disempurnakan lagi apa yang menjadi kekurangan,” ujar Tabrani. (nna/nda)











