Meski demikian, Jhoni mengimbau kepada warga setempat maupun wisatawan untuk lebih berhati-hati lagi dan waspada.
Dikatakan Jhoni, pihaknya juga sudah menyiapkan personel untuk bersiaga di lokasi. “Kami juga berkoordinasi dengan PHRI dan pengelola pantai supaya dapat melakukan pemantauan secara intens,” ucapnya.

Pihaknya juga mengklarifikasi terkait informasi di sosial media yang menyebutkan buaya tersebut muncul di Pantai Anyer.
“Itu masuk wilayah Kecamatan Cinangka, jadi jangan digeneralisir Pantai Anyer seolah-olah tidak aman,” pungkasnya.
Sementara itu, Warga Kecamatan Cinangka Asep Awaludin mengatakan, kemunculan buaya di wilayah tersebut sebenarnya sudah beberapa kali terjadi.
“Itu dari Sungai Cidanau, di sungai itu memang banyak buayanya,” katanya.
Meski demikian, kata dia, meskipun sering muncul tidak pernah memakan korban jiwa. “Paling muncul sebentar terus balik lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Agung SP











