Ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian Pemkot Tangsel dalam pengiriman sampah ke TPAS Cilowong, seperti mengantisipasi air lindi tumpah sampai dengan membersihkan jalan yang dilintasi kendaraan pengangkut sampah. “Kita berupaya agar bisa ada penyiraman tiap pagi dan sore hari,” katanya.
Farach berahap, proses kerja sama yang telah disepakati bersama melalui tahapan pembahasan bersama DPRD dan masyarakat bisa berjalan lancar. “Kami berharap, kerja sama ini memberikan dampak positif bagi TPAS dan warga Cilowong,” terangnya.
Terkait dengan bankeu untuk penataan TPAS Cilowong, Farach menjelaskan, akan diberikan Pemkot Tangsel pada APBD Perubahan 2022. “Iya, Bankeu untuk penataan TPAS Cilowong akan diberikan Pemkot Tangsel di APBD Perubahan 2022,” katanya.
“Kalau untuk KDN sebesar Rp10 persen akan diberikan secara bertahap per triwulan setelah pengiriman sampah dari Tangsel,” tambah Farach.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, proses kerja sama dengan Pemkot Tangsel tak semata terkait retribusi tapi, memberikan bantuan terhadap persoalan sampah yang dihadapi Pemkot Tangsel. “Sudah berjalan. Semoga memberikan manfaat,” katanya.
Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, dalam pertemuan yang dilakukan bersama masyarakat, Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel telah menemukan kesepakatan, sehingga pengiriman sampah dari Tangsel mulai berjalan.
Kemudian, kata Budi, masyarakat dalam pertemuan antusias menyambut kerja sama kedua belah pihak. Karena, ada beberapa dampak positif yang diterima masyarakat, seperti membuka lapangan pekerjaan, pembangunan masjid, mobil ambulance dan penataan TPAS Cilowong. “Saya berkeinginan Pemkot mempersiapkan semuanya dengan matang, termasuk memenuhi janji kepada masyarakat,” katanya. (fdr/nda)











