Menurutnya, bila keadaan ekonomi di Provinsi Banten dapat terus membaik, maka proses perputaran ekonomi di masyarakat juga akan meningkat. Sehingga, dapat mendorong pendapatan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini juga mengatakan, situasi itu terdukung juga dari keadaan pandemi yang cukup terkendali meskipun datanya agak meningkat. “Mudah-mudahan dari keadaan itu agenda ekonomi berjalan dengan baik dan kita juga akan menjadi normal baik itu pendapatan maupun pengeluaran (belanja) kita,” tutur Al.
Sedangkan terkait penggunaan APBD untuk belanja produk dalam negeri, ia mengatakan, saat ini Pemprov Banten terus berkonsentrasi. Hal itu juga terlihat dalam perjalanan teknisnya telah sesuai serta memperlihatkan progres yang baik. “Itu terbukti dari hasil audit BPKP,” tegasnya.
Dengan demikian skema kerja yang mengoptimalkan produksi dalam negeri sudah berjalan. Meski begitu, apabila masih beberapa hal yang dapat ditingkatkan maka akan kita tingkatkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda Provinsi Banten M Tranggono, Asda II Setda Provinsi Banten Muhammad Yusuf, serta seluruh Kepala OPD di lingkup Pemprov Banten.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, realisasi pendapatan per 30 Juni sebesar 45,65 persen. Sedangkan realisasi belanja per 30 Juni sebesar 37,94 persen. (nna/air)











