“Mungkin kadis yang sekarang menjabat bukan the right man in the right place, kasian juga kita selaku masyarakat menuntut lebih darinya,” kata Yusdi.
Yusdi meminta kepada kepala daerah untuk serius membangun Kota Cilegon salah satunya dengan memperhatikan penempatan pejabat serta mengorganisir OPD di bawahnya.
Menurutnya, jika kepala daerah tidak segera memperhatikan performa OPD maka ancamannya adalah kembali besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD tahun ini.
Menurutnya, jika pembangunan infrastruktur tidak berjalan dengan baik, serta bengkaknya SILPA, maka masyarakat Kota Cilegon yang akan menjadi korban.
Berbeda kesempatan, Asisten Daerah II Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana menjelaskan, Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta telah mengamanatkan kepada seluruh jajaran untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran.
Karena itu, progres penyerapan, termasuk realisasi program infrastruktur dipantau hari demi hari.
Menurut Dikri, ditargetkan pada akhir Juli sejumlah paket telah dilelangkan sesuai dengan perencanaan anggaran sehingga bisa mengurangi potensi
Dikrie menjelaskan, meski di LPSE proyek infrastruktur masih sedikit yang telah dielangkan, namun sejumlah OPD telah berupaya mengusulkan untuk dilelang.
“Ada dinas-dinas mengusulkan penayangan paket lelang tapi ada dokumen yang belum terpenuhi,” ujarnya di ruang kerjanya.
Selain jalan di Ciwaduk, selama ini sejumlah infrastruktur yang mendapatkan sorotan tajam adalah Jalan Panggungrawi serta Jalan Lingkar Selatan (JLS), serta Jalan Ciwedus. (bam/alt)











