RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman menyanggah publikasi yang disampaikan Lembaga Nafas Indonesia terkait buruknya polusi udara di Kota Tangsel. Bahkan dinilai lebih buruk dari DKI Jakarta.
“Datanya dari mana? Kalau kita selalu (dalam mengukur tingkat polusi udara-red) memonitor dari alat BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan itu valid karena dilakukan oleh lembaga sesuai bidangnya,” ujarnya, Senin 1 Agustus 2022.
Menurut Wahyunoto, sejauh ini kualitas udara di Kota Tangsel masih diambang batas aman. Faktornya jelas, yakni sejauh ini belum ada laporan terkait gangguan kesehatan masyarakat akibat polusi udara yang umumnya mengalami sesak nafas.
“Kita belum mendapat laporan ada masyarakat yang sesak nafas,” jelasnya.
Wahyunoto menegaskan pihaknya kemungkinan akan meminta penjelasan dari dari Lembaga Nafas Indonesia.
“Nanti kita tanya juga ke mereka (Lembaga Nafas Indonesia). Temen-temen wartawan juga boleh tanya ke mereka sumbernya dari mana?,” ujarnya.
Kendati demikian, Wahyunoto tak menutup mata jika memang nyatanya tingkat polusi udara di Tangsel buruk.
“Ya kalau benar, tinggal kita tingkatkan saja ruang terbuka hijau, melarang pembakaran, dan kita sudah melakukan uji emisi kendaraan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan RADARBANTEN.CO.ID, Lembaga Nafas Indonesia membeberkan data bahwa polusi di Kota Tangsel lebih tinggi 20 persen dibanding DKI Jakarta. Info itu diungkap Co-founder Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski, Senin 1 Agustus 2022.
“Dan pada Juni 2022, angka itu bahkan lebih buruk. Tangsel 24% lebih banyak dari DKI Jakarta,” kata Piotr Jakubowski dalam cuitannya di media platform tiktok.
Reporter: Syaiful Adha.











