PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Mathla’ul Anwar Banten menyelenggarakan kegiatan lokakarya pelatihan Vokasi (Vokasional Teaining) pemanfaatan dan pemeliharaan skala Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kawasan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Lokakarya ini diikuti oleh 180 peserta dari unsur pemerintah dan unsur masyarakat Kecamatan Labuan.
Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Yayat Wihadi mengatakan, lokakarya pelatihan vokasional training dilaksanakan bersama Universitas Mathlaul Anwar.
“Ini merupakan tindaklanjut dari program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kecamatan Labuan seluas 17,33 hektar. Setelah dilaksanakannya pembangunan fisik maka sekarang kita latih sumber daya manusianya untuk membentuk unit-unit kelompok di masyarakat dalam rangka pemanfaatan dan pemeliharaan kawasan yang memang sudah kita bangun,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Universitas Mathlaul Anwar di Saketi, Pandeglang, Selasa (23/8/2022).
Kawasan sudah dibangun dalam program Kotaku meliputi Desa Caringin, Sukamaju, dan Sukarame. Kemudian juga ditahun 2022 ini dibangun di Desa Cigondang.
“Harapannya kita dapat menuntaskan kawasan permukiman tanpa kumuh seluas 17,33 hektar. Dalam hal ini pula kita bekerjasama dengan Pemkab Pandeglang selaku mitra kita dalam rangka meningkatkan kualitas permukiman tanpa kumuh serta mencegah timbulnya permukiman kumuh,” katanya.
Yayat berpendapat bahwa Pemda selaku nakoda yang memang sejauh ini sangat koordinatif dan kolaboratif sehingga kerjasama dilakukan bisa sangat baik. Dalam upaya menyukseskan Program Kotaku.











