“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kepada UNMA dan Pemda,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Iis Iskandar mengatakan bahwa kegiatan vokasi lokakarya ini mempercepat terkait penanganan kawasan permukiman tanpa kumuh.
“Ini mempercepat percepatan terkait RPJMN dan ini merupakan satu arah kebijakan kami terkait dengan RPJMD nya. Itu salah satu diantaranya kemudian kami merasa terbantu dengan adanya Program Kotaku,” katanya.
Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNMA Nenden Suciyati Kartika mengatakan, pelatihan vokasi (vocational training) lokakarya diikuti180 peserta.
“Dari unsur masyarakat, OPD
terkait, pemerintah desa dan kecamatan. Salah satu hal terpenting dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)
adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan vokasi (vocational training),” katanya.
Vokasi kepada kelompok pemanfaatan dan pemeliharaan (KKP) dengan metode pembekalan teori dan praktik dengan 4 kelas. Yaitu kelas ekonomi dan bisnis, kelas pariwisata, kelas sarana prasarana, dan kelas humas dan hukum.
“Ini bertujuan membangun gerakan bagi pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat melalui perubahan perilaku kolektif dalam kegiatan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kota tanpa kumuh. Dan UNMA mengambil peran untuk mengkaji, meneliti, merancang, melatih dan membina dalam Program Pelatihan Vokasi ini agar peserta pelatihan tentunya memiliki kesiapan yang baik dalam memanfaatkan dan memelihara skala kawasan Kotaku di Labuan,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agus Priwandono











