Terjadinya kelangkaan pupuk masuk dalam pembahasan di Koperasi Bina Insaf Mandiri. Hasilnya memiliki gagasan untuk membuat pupuk organik sendiri dari limbah FABA.
“Agar jangan tergantung dengan pupuk kimia. Makanya kita berinisiasi membuat pupuk organik berbahan dasar FABA,” katanya.
FABA itu adalah limbah PLTU. LImbah itu kan masalah karena masalah, maka solusinya harus diolah menjadi bahan bermanfaat. Limbah bermasalah itu diolah dalam berupa pupuk organik.
“Alhamdulilah hasil uji coba membuat pupuk dari limbah FABA sebanyak 4 ton berhasil dibuat. Sekalipun limbah, semuanya baik dari segi uji coba, Dinas Lingkungan Hidup aman, uji coba di Sucofindo kandungan nitrogen di atas rata-rata, dan sudah kita launching juga di Indonesia Power dengan PLTU pusat,” katanya..
Setelah semua uji laboratorium dinilai aman, selanjutnya akan dilakukan produksi pupuk organik secara massal. Selain untuk memenuhi kebutuhan kebun kopi seluas 50 hektare, pupuk ini juga untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Insya Allah kita akan produksi massal. Untuk tempat produksi dari PT Indonesia Power sudah menjanjikan memberikan tempat di luar PLTU,” katanya.
Memproduksi pupuk organik dari limbah FABA sebaiknya memang jauh dari PLTU atau tepi pantai. Kalau di PLTU hasil produksinya kurang maksimal karena kadar airnya tinggi.











