PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mantan narapidana terorisme (Napiter) yang tergabung dalam Koperasi Bina Insaf Mandiri (BIM) berhasil memproduksi pupuk organik dari limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) PT Indonesia Power.
Limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) adalah abu sisa pembakaran batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Power.
Koperasi Bina Insaf Mandiri merupakan binaan dari Densus 88 Mabes Polri yang saat ini tengah mengelola kebun kopi di lahan Perhutani seluas 50 hektare di Puncak Gunung Karang, tepatnya di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Ketua Koperasi Bina Insaf Mandiri Badri Wijaya mengatakan, pembuatan pupuk organik ini berawal dari sulitnya mendapatkan pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman kopi.
“Saat ini kita punya 100 ribu pohon kopi muda (baru ditanam). Nah kemarin itu kita sempat terkendala dalam pemupukan karena pupuk langka di pasaran,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis (25/8/2022).
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kelangkaan pupuk. Pada saat itu kebutuhan hanya sebanyak 6 kuintal saja namun kosong di sejumlah agen pupuk di Cadasari, Pandeglang.
“Hingga kita mencari sampai ke Kecamatan Cipeucang. Di sana juga tidak langsung dapat tetapi harus inden hingga menunggu waktu selama satu bulan padahal saat itu kebutuhan hanya sebanyak 6 kuintal saja,” katanya.











