“Karena kalau kadar airnya tinggi mempengaruhi pada kualitas hasil produk. Kita juga Alhamdulillah sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian kaitan mendapatkan hak paten pupuk organik kita buat,” katanya.
Koordinasi sudah dilakukan langsung dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir. Ia menyatakan siap membantu mendapatkan hak paten.
“Pak Nasir sudah siap membantu dan berharap secepatnya. Karena kalau sudah ada uji lab tapi kalau belum punya hak paten belum ada kekuatan,” katanya.
Tahap awal produksi massal akan mengelola limbah FABA sebanyak 40 ton. Pengolahan dilakukan oleh Koperasi Bina Insaf Mandiri.
“Mudah-mudahan tidak ada halangan. Semuanya dapat berjalan lancar karena hasil produksi pupuk kita buat selain digunakan sendiri tetapi juga akan digunakan oleh PTPN di Banten sesuai yang dintruksikan oleh Menteri BUMN (Menteri BUMN Erick Thohir),” katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang Tubagus Entus Bakti menyambut baik Koperasi BIM yang mengelola limbah FABA menjadi pupuk organik.
“Semoga saja secepatnya bisa memproduksi secara massal. Tentunya akan memberikan banyak manfaat karena limbah yang dikelola dapat menghasilkan nilai ekonomis serta mengatasi kelangkaan pupuk,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agus Priwandono











