Sementara itu, Rektor UT Prof Ojat Darojat menyatakan, peran Universitas Terbuka sebagai pendidikan tinggi berupaya memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat tertinggal dan terpencil. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Leuwidamar (Baduy Luar) dan sekitarnya.
“Universitas Terbuka hadir dan siap membantu pemerintah serta sebagai pelopor pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia sangat membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi, seperti warga Leuwidamar dan sekitarnya dapat berkuliah di perguruan tinggi dalam hal ini di Universitas Terbuka,” jelasnya.
Sementara itu, Usep Saeful Anwar yang mewakili PGRI mengatakan, pihaknya memiliki peran dan tanggungjawab memperjuangkan anggotanya dalam melindungi hak asasi dan martabat guru khususnya dalam aspaek profesi dan kesejahteraanya. Karenanya, sebagai organisasi pejuangan, kata dia, profesi dan ketenagakerjaan maka PGRI harus mampu mewujudkan kemampuannya.
“Sadar dengan kondisi ini PGRI akan terus melakukan upaya cerdas dalam peningkatan kompetensi anggotanya. Sehingga kesan yang berkembang dan memandang PGRI sebagai organisasi yang hanya menjadi alat pelindung dengan bermodalkan kekuatan massa (pressure group) tidak selamanya benar,” jelasnya.
Kepala Dindik Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, kegiatan gerakan nasional revolusi mental diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi dan kualifikasi agar sejajar dengan masyarakat lainya.
“Tentunya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan mutu pendidikan di Lebak akan terus meningkat,” tukasnya.(*)
Reporter: Ence
Editor: Agung S Pambudi











