Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan aksi segerombolan gengster bersenjata tajam yang beraksi dengan menggunakan senjata tajam. Aksi itu diketahui dilakukan para gengster di Flyover Jalan Tol Serang-Panimbang, Kecamatan Cibadak pada Sabtu (15/10).
Dalam rekaman vidio yang viral terlihat, sekawanan gengster yang masih menggunakan seragam sekolah pramuka itu mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit dan mengejar-ngejar sekelompok pelajar lainnya yang diketahui merupakan siswa SMPN 1 Cibadak.
Gerombolan gengster pelajar itu turun dari kendaraan motor dan langsung menghampiri para siswa itu. Terekam dalam vidio itu juga suara ibu-ibu yang panik akan ulah mereka.
Kepala SMPN 1 Cibadak Asep Zaenal Aripin menyebut, sedikitnya ada 5 siswa SMPN 1 Cibadak yang hampir jadi korban penyerangan gerombolan pelajar bersenjata itu. Katanya, siswanya sendiri saat itu tengah berada di warung sambil menunggu kegiatan ekstra kulikuler voli.
“Ada anak-anak yang lagi mau ekskul voli sekitar jam 3, jadi mereka berlima menunggu di sana (warung-red) sambil makan,” kata Asep, Senin (17/10).
Asep mengatakan, dalam kejadian itu, siswanya tidak mengalami luka, karena langsung melarikan diri saat melihat gerombolan pelajar bersenjata tajam itu dijalan raya. Para siswa sendiri mengaku tidak mengetahui dan mengenal para pelajar bersenjata itu.
“Pengakuan mereka di depan saya dan di depan penyidik, tidak kenal. Wajah pelaku pake masker dan pakaiannya ditutupi sweater atau jaket,” ucapnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi










