Ikhlas menjelaskan, ada sekira 70 orang yang menggantungkan nasib dengan berjualan di area tersebut.
Mereka sudah bertahun-tahun mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, biaya pendidikan, dan lainnya di lokasi tersebut.
Sehingga, menurut Ikhlas manajemen tidak patut begitu saja meminta kepada masyarakat untuk mengosongkan lahan tanpa ada sosialisasi secara utuh dan tepat kepada masyarakat yang terdampak.
“Lakukanlah tahapan-tahapan dan sosialisasi secara utuh dan tepat kepada masyarakat. Kemudian ada alternatif bagi mereka untuk berjualan. Lakukan pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujar Ikhlas.
Penolakan itu sudah disampaikan kepada pihak KSP, dan saat ini menurut Ikhlas pihaknya sedang menunggu jawaban tersebut.
Ikhlas mengaku tidak tahu secara persis alasan pihak KSP meminta masyarakat mengosongkan area tersebut dari aktifitas berdagang. Yang ia dengar kawasan itu akan menjadi kawasan perumahan.
Terlepas untuk apapun kebijakan tersebut, menurutnya, jangan sampai ada kebijakan sepihak yang merugikan masyarakat.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Abdul Rozak











