Sementara Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki AKB paling rendah yaitu sebesar 10,44 persen.
Selain itu, angka kematian anak satu sampai empat tahun yakni 2,32 persen. Artinya, terdapat dua sampai tiga kematian anak berusia satu sampai empat tahun per 1.000 anak. “Angka kematian balita 16,15,” ungkap Heri.
Hal itu berarti bahwa setiap 1.000 balita Banten 16-17 di antaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiono mengatakan, pada 2022, ada 42 kasus kematian ibu dan anak di Lebak. Dari 42 kasus itu, wilayah Baduy menyumbang kasus paling banyak yang mencapai 6 kasus.
“Kita masih cukup tinggi. Memang ada beberapa daerah yang sulit seperti Baduy, tahun kemarin daerah Baduy atau Puskesmas Cisimeut menyumbang kasus paling banyak sampai enam kasus AKI dalam setahun,” kata Triatno kepada Radar Banten, kemarin.
Triatno menyebut, banyak faktor yang menyebabkan tingginya AKB di Lebak, salah satunya yakni telatnya pengambilan keputusan dari sang ibu atau orang terdekat.











