SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka kematian bayi (AKB) di Banten menurun tajam sejak lima dekade terakhir. Perbaikan sarana dan prasarana kesehatan disebut sebagai salah satu faktor AKB mengalami penurunan.
Berdasarkan pendataan Long Form (LF) Sensus Penduduk (SP) 2020, dari 66 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup pada SP 2000 menjadi 14 per 1.000 kelahiran hidup pada LF SP 2020.
Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Heri Purnomo mengungkapkan, perbaikan sarana dan prasarana kesehatan bisa menjadi salah satu faktor AKB menurun di Banten.
“Selain itu, meningkatnya persentase bayi yang mendapat imunisasi dan ASI di Banten membuat anak yang baru lahir semakin mampu bertahan hidup,” ujar Heri saat membacakan rilis hasil LF SP 2020 secara virtual, kemarin.
Namun, dari delapan kabupaten/kota di Banten, AKB paling tinggi di Kabupaten Lebak. Yakni, AKB sebesar 18,57 persen. Kemudian Kabupaten Pandeglang 17,95 persen, Kabupaten Serang 15,5 persen, dan Kota Cilegon 13,44.
Selanjutnya, Kota Serang 12,59 persen, Kabupaten Tangerang 12,14, dan Kota Tangerang 11,26.











