Pernyataan Al langsung ditanggapi Komunitas Relawan Jokowi (KRJ) Provinsi Banten. Juru Bicara KRJ Banten Ucu Nur Arief Jauhar mengatakan, pemimpin yang tidak anti kritik itu pasti melakukan perbaikan, karena semua kritikan masyarakat didengarkan, diserap lalu ditindaklanjuti dengan melakukan perbaikan kinerja atau pun kebijakan.
“Ngaku tidak anti kritik, tapi tidak melakukan perbaikan, itu namanya apa?” sindir Ucu, kemarin.
Menurut Ucu, tidak anti kritik itu bukan berarti membiarkan kritikan, tetapi tidak didengar dan tidak ditindaklanjuti. “Itu tetap saja namanya pemimpin anti kritik,” tegasnya.
Dikatakan Ucu, rencana KRJ melaporkan kinerja Pj gubernur Banten ke Kantor Staf Presiden (KSP) tetap akan dilakukan awal Februari 2023.”Meskipun Pj gubernur mengaku tidak anti kritik, kami tetap akan melaporkannya ke KSP pekan depan, terutama soal banyaknya pejabat Pemprov Banten yang mendadak dijadikan Pelaksana Tugas,” tuturnya.
Bagi KRJ, tambah Ucu, klaim tidak anti kritik tanpa melakukan perbaikan justru menambah daftar panjang kekecewaan masyarakat Banten pada kinerja dan kebijakan Pj gubernur.
“Kebijakan Pj gubernur Banten mengangkat ratusan Plt sangat berbahaya, lantaran kental aroma maladministrasi. Tidak bisa Pj Gubernur Al Muktabar sembarangan mengangkat seseorang jadi Plt,” pungkasnya.











