Ditambahkan Ganjar, saat ini Kota Semarang masih dililit banyak PR alias pekerjaan rumah. Dan, dirinya siap berkolaborasi dengan Mbak Ita untuk menjadi solutif persoalan njlimet itu.
“Mbak Ita, saya mendorong terus untuk mengoptimalkan seluruh potensi Kota Semarang. Mulai perdagangan, industri, transportasi, pendidikan, wisata hingga persoalan infrastruktur,” sambung Ganjar.
Ganjar juga menitip potensi anak muda dalam pelibatan soal rencana pembangunan Simpang Lima Underground dan reaktivasi jalur trem yang sangat berpotensi mendongkrak Kota Semarang akan semakin maju.
“Titip juga Mbak Ita, potensi anak muda. Mereka yang bergerak di dunia teknologi, E-Sport, UMKM, seni budaya sampai olahraga. Dengan fasilitas yang tepat, Semarang pasti akan lebih hidup kotanya,” kata Ganjar.
Teringat saat menonton tarian di Candi Prambanan, Ganjar merasa yakin pertunjukan serupa bisa digelar di Kota Lama. Contohnya, pertunjukan soal riwayat gula. Bisa juga menghadirkan sendratari wayang orang Ngesti Pandawa supaya menarik para pelancong.
Ganjar juga meminta Mbak Ita untuk mengatasi persoalan rob dan banjir yang terus saja menghantui Kota Semarang. Ganjar mengaku siap mengajak Wali Kota Hevearita mengawasi sejumlah pekerjaan besar. Yakni, Jalan Tol Semarang-Demak sekaligus jadi tanggul laut.
Ganjar juga mengingatkan pesan Ketum PDI Perjuangan Megawati, yakni menjaga amanat dan selalu turun menemani rakyat. “Kita para kepala daerah untuk selalu dapat menjaga amanat rakyat. Kita jangan pernah lelah turun menemani masyarakat,” pungkas Ganjar. (*)
Reporter: Agung S Pambudi
Editor: Agung S Pambudi











