Yosep mengaku, belum lama ini dirinya juga melakukan komunikasi dengan tenaga honorer di provinsi. Mereka juga sama ikut merasa resah.
“Berharap pemerintah daerah memperjuangkan atau memberikan penekanan kepada pusat agar memprioritaskan tenaga teknis dalam rekrutmen P3K maupun CPNS. Kalau saat ini kan yang diutamakan nakes dan guru jadi harapannya di 2023 ini kuota untuk tenaga teknis diperbanyak lagi, agar kami memiliki hak dan kesempatan yang sama,” katanya.
Yosep mengungkapkan, secara pribadi ia tidak merasakan khawatir dengan penghapusan tenaga honorer. Lantaran dalam keputusan itu tidak ada kata penegasan pemberhentian.
“Ya selama kita bekerja profesional kemungkinan besar pemberhentian secara massal itu tidak akan terjadi kalau melihat kondisi ekonomi dan kemampuan daerah saat ini masih mampu menggaji tenaga honorer. Kalau memang benar sampai diberhentikan maka jumlah pengangguran akan meningkat,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aditya











