Sementara di Pandeglang, Pantarlih disambut baik oleh Bupati Pandeglang Irna Nurulita di kediamannya, Senin (13/2) lalu.
Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja’i mengatakan, kedatangan Pantarlih disambut baik oleh Irna. Bahkan, orang nomor satu di Pandeglang itu mengajak seluruh warga memberikan informasi yang benar tentang identitas diri sesuai adminduk.”Pada saat didatangi petugas Pantarlih Ibu bupati menyambut baik. Dan mengapresiasi petugas Pantarlih yang bekerja secara sungguh-sungguh,” katanya, kemarin.
Selain itu, sambung Ahmad, Irna menilai tahapan coklit ini sangat penting untuk menunjang kesuksesan Pemilu 2024. “Semoga Pantarlih dan petugas pemilu lainnya diberikan kelancaran saat melaksanakan tugas,” katanya.
Diketahui, sebanyak 33.161 Pantarlih dikerahkan untuk melakukan coklit di Banten. Coklit ini dilakukan secara door to door kepada masyarakat yang masuk dalam data pemilih.
Komisioner KPU Banten Agus Sutisna mengatakan, jumlah Pantarlih itu sama dengan jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Banten yang juga berjumlah 33.161.Pantarlih merupakan salah satu unsur dari Badan Ad Hoc setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemunggutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemunggutan Suara (KPPS). “Kewajiban coklit itu setiap Pantarlih harus mengunjungi rumah warga, tidak cukup ditelepon, berkabar apalagi katanya katanya orang. Petugas pantarlih wajib datang ke rumah warga memastikan datanya sesuai dengan data dalam adminduk atau pemilih. Apakah mereka masih ada, apakah sudah meninggal atau pindah domisili,” ungkapnya.











