“Saat ini petani di Lebak tengah memasuki panen,” imbuhnya.
Untuk memenuhi ketahanan pangan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi karena, Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.
“Kami juga berharap petugas penyuluh lapang (PPL) pertanian dan mantri tani desa terus membantu petani untuk mendongkrak produksi pangan,” tukasnya.
Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat menambahkan, dengan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik, petani di Lebak dapat menikmati hasil panen yang memuaskan. Diketahui, dari 1 hektare sawah, petani kini dapat memproduksi gabah sebanyak 7–8 ton.
“Tentunya, dengan kondisi tersebut, jauh berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3–4 ton per hektare,” katanya.
Untuk sentra tanam terluas di Kabupaten Lebak tersebar di enam kecamatan, meliputi Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan dan Cilograng.
“Ya, enam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Dia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).











