- Suro’ Baca
Tradisi ini berasal dari tanah Makassar yang sering dilaksanakan di penghujung bulan Syaban, seperti di hari ketujuh sebelum datangnya bulan Ramadhan.
Suro’ sendiri berasal dari bahasa suku bugis yang berarti meminta, baca sendiri bermakna membaca atau bacaan. Suro’ Baca mempunyai arti meminta tokoh agama untuk membacakaan bacaan doa tasyakuran.
Tradisi Suro’ Baca merupakan tradisi religius dan sakral di tanah Sulawesi, yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh orang-orang Makassar baik di pedesaan maupun perkotaan.
Dalam ritualnya, tokoh agama yang dianggap memiliki ilmu yang tinggi akan diminta membaca doa didepan hidangan makanan yang disajikan diatas Kappara atau nampan.











