“Banyak rumah yang rusak akibat angin puting beliung. Bahkan, atap rumah tampak beterbangan, sehingga membuat masyarakat ketakutan,” kata Lili kepada Radar Banten.
Dijelaskan Lili, setelah hujan reda warga kemudian membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat terjangan angin puting beliung. Beberapa warga yang rumahnya rusak ringan langsung mengganti genting yang jatuh dengan yang baru.
“Iya, beberapa warga langsung memperbaiki rumah yang rusak ringan. Karena mereka enggak ingin, atap rumahnya bocor akibat gentingnya terjatuh terhempas angin,” ungkapnya.
Terpisah, terjangan angin puting beliung menumbangkan pohon sukun dan melinjo di Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar. Pohon berukuran besar tersebut menimpa dua rumah milik Sulaeni dan Ani Suhartini. Bagian atap rumah mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon yang ada di belakang rumah tersebut.
“Jadi, sekira pukul 14.30 WIB, hujan disertai angin kencang merobohkan pohon sukun dan melinjo di belakang rumah. Kondisi tersebut membuat saya panik dan histeris,” kata Ani di rumahnya.











