PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang wanita muda dikabarkan gagal melakukan aksi bunuh diri karena tersangkut di batang pohon tumbang di aliran Sungai Cilemer, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
Wanita muda nekat melakukan aksi bunuh diri diduga karena depresi masalah asmara bernama Ae (17) warga Desa Baturanjang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang.
Kepala BLUD UPT Puskesmas Bojong Ita Rosiawati membenarkan, kalau ada seorang warga mau bunuh diri namun dapat diselamatkan oleh warga.
“Saat ini sudah mendapatkan perawatan secara intensif. Pasien datang ke Puskesmas Bojong jam 16.00 WIB,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 2 Maret 2023.
Pasien seorang wanita masih muda datang ke Puskesmas Bojong diantarkan oleh warga menggunakan angkutan umum. Dalam keadaan pakaian basah kuyup dan lemah.
“Hasil pemeriksaan lemah, tidak sadar. Kemudian tensi darah 90/43 dan terdapat memar di bagian mata sebelah kanan,” katanya.
Pasien kemudian menjalani perawatan dan diganti pakaiannya. Kemudian diselimuti agar hangat.
“Pada pukul 16.30 WIB pasien sadar. Namun kesurupan cukup lama dan sadar-sadar lagi pukul 18.00 WIB,” katanya.
Ita mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi mata, seorang pria yang mengantarkan pasien ke Puskesmas Bojong, bahwa pasien atas nama Ae ini diduga lompat dari atas Jembatan Desa Cijakan. Melompat ke aliran Sungai Cilemer yang tengah mengalir deras.
“Jadi kronologisnya, saat itu ada seorang warga tengah ngopi di sebuah warung. Terus melihat seorang perempuan lewat,” katanya.
Setelah lewat itu, tidak berselang lama terdengar suara teriakan minta tolong. Ada wanita minta tolong karena melihat ada orang hanyut di Sungai Cilemer.
“Pas ditanya, orang hanyut berciri-ciri mengenakan pakaian warna kuning. Dan oleh warga langsung di kejar,” katanya.
Orang yang dikabarkan hanyut tersangkut di batang pohon tumbang di tengah aliran sungai. Kemudian ditolong oleh lima orang warga.
“Terus di bawa ke Puskesmas Bojong. Alhamdulilah selamat dan dalam proses pemulihan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











