“Informasinya kan di Lapas juga akan dibuka TPS (Tempat Pemungutan Suara), jadi kami bantu dengan merekam data kependudukan,” ujarnya.
Dijelaskan Erra, selain ke Lapas, jemput bola perekaman data kependudukan juga dilakukan Disdukcapil ke Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Cilegon.
Jemput bola perekaman data kependudukan itu sudah dilakukan Disdukcapil Kota Cilegon sejak Februari lalu.
“Sampai sekarang perekaman data kependudukan di sekolah masih dilakukan. Satu sekolah bisa sampai tiga hari perekamannya,” papar Erra.











