SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Al Muktabar berpeluang besar kembali menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Banten satu tahun mendatang. Soalnya, Al Muktabar satu-satunya yang memenuhi kriteria untuk diusulkan oleh DPRD Banten.
Diketahui, Sekda Banten definitif ini dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian pada 12 Mei 2022 lalu sebagai Pj Gubernur Banten. Pria yang akrab disapa Al ini terhitung telah menjabat 10 bulan dan berakhir pada 12 Mei 2023.
Terkait persoalan tersebut, Mendagri M Tito Karnavian mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Provinsi Banten tertanggal 27 Maret. Surat dengan Nomor 100.2.1.3/1774/SJ itu meminta usul nama calon Pj Gubernur. Selain Banten, surat itu juga ditujukan kepada Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.
Permintaan Kemendagri ini mempertimbangkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubemur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang.
Berdasarkan Pasal 201 Ayat (9) dan Ayat (10) menegaskan untuk mengisi kekosongan jabatan bupati/walikota yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2022, diangkat penjabat bupati/walikota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya.
Sementara penjelasan Pasal 201 ayat (10) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 bahwa Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati dan Penjabat Walikota masa jabatannya satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun berikut dengan orang yang sama atau berbeda.
Untuk itu, Kemendagri meminta DPRD Provinsi Banten mengusulkan tiga nama calon Penjabat Gubernur dengan orang yang sama atau berbeda. Usulan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden dalam menetapkan Penjabat Gubernur. Usulan nama calon Penjabat Gubernur tersebut disampaikan paling lambat tanggal 6 April 2023 kepada Menteri Dalam Negeri.
Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengaku kemungkinan besar nama Al Muktabar akan kembali diusulkan sebagai Pj Gubernur Banten. “Ya bayangan saya seperti itu. Karena hingga saat ini kita gak punya CV (Curiculum Vitae-red) siapa-siapa,” ungkap Andra dihubungi melalui sambungan telepon, tadi malam.











