TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah honorer di Kota Tangsel masih harap-harap cemas terkait kepastian apakah menerima THR lebaran atau tidak.
Pemkot Tangsel sendiri mengganti penyebutan THR untuk honorer menjadi bantuan kesejahteraan atau tunjangan kesejahteraan.
Namun jika THR urung diberikan Pemkot Tangsel, sejumlah honorer akan meminta bantuan Ombudsman. Hal itu dikatakan Perwakilan Paguyuban Honorer Tangsel Ben Alif.
Menurut Alif, ia pribadi berniat untuk meminta bantuan Ombudsman, jika THR sama sekali tidak diberikan.
“Ini ide saya saja sebagai pribadi (meminta bantuan ombudsman-red), tergantung juga apakah banyak yang sependapat dan sepemikiran. Kita bicara seandainya ya (tidak menerima THR-red),” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 6 April 2023.
Alif mengatakan, pihaknya tidak mempermalasahkan jika THR tidak dapat diberikan saat lebaran dan diganti pada Bulan Juni-Juli.
“Ya kita lihat lagi kontrak kita, apakah untuk hari raya atau untuk bulan lain, ya kalau tidak sesuai dengan perjanjian kontrak, saya pribadi sih menempuh jalur untuk koreksi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangsel Wawang Kusdaya mengatakan, para honorer tidak menerima THR, tapi akan mendapatkan tunjangan kesejahteraan, sejenis THR hanya beda nama.
“Kalau honorer tidak menerima THR. Namanya bukan THR, tapi tunjangan kesejahteraan,” ujar Wawang di kantornya, Senin 3 April 2023.
Wawang mengatakan, tunjangan kesejahteraan ini diberikan kepada honorer sejumlah satu kali gaji mereka. Namun, untuk teknis pemberiannya saat ini sedang digodok.
Wawang mengatakan, terdapat dua skema pemberian tunjangan kesejahteraan bagi honorer di Tangsel. Pertama bisa diberikan pada saat pergantian tahun anggaran atau biasa disebut tunjangan pendidikan anak yang diberika di bulan Juni-Juli.
“Atau dapat diberikan H-10 jelang lebaran. Nah, ini sedang kita atur. Tapi yang jelas, tunjangan kesejahteraan ini diberikan tiap satu kali dalam setahun,” jelasnya.
Kendati demikian Wawang mengaku pihaknya lebih proper akan memberi tunjangan kesejahteraan di H-10 lebaran. “Ya, baiknya diberikan H-10 jelang lebaran,” ujarnya.
Wawang mengatakan, untuk memberikan tunjangan kesejahteraan bagi ribuan honorer, Pemkot Tangsel menganggarkan sedikitnya Rp21 milyar melalui APBD murni tahun ini.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











