LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Kejakaaan Tinggi Banten Didik Farkhan Alisyahdi meminta jajaran Kejaksaan Negeri untuk berperan aktif dalam isu- isu nasional yang sedang berkembang. Salah satunya penyelamatan aset negara dan pengamanan investasi.
Hal ini dikatakan Didik saat melakukan kunjungan kerja ke Kejari Lebak , Rabu 26 April 2023.
Kedatangan orang nomor satu di Korps Adhyaksa Banten yang didampingi Asisten Pembinaan Yeni Trimulyani dan Koordinator Kejati Banten Neneng Rahmadini dalam rangka kunjungan kerja dan evaluasi kinerja Triwulan I tahun 2023 dan persiapan Pra-Musrembang Kejaksaan
Tinggi Banten.
“Ya, kita tengah fokus bentuk tim penyelamatan aset negara dan tim pengaman investasi. Diharapkan juga ke depannya seluruh Kejari di Banten termasuk Kejari Lebak untuk berperan aktif dalam isu – isu nasional yang sedang berkembang,” kata mantan Kajari Surabaya ini, Kamis, 27 April 2023.
Pihaknya meminta kerja sama semua pihak untuk menangani masalah aset negara di daerah-daerah.
Menurutnya, saat ini banyak masalah tentang aset negara mulai dari sengketa, hingga dikuasai pihak ketiga.
“Kita coba membantu menyelesaikan aset negara yang bermasalah mulai di lingkungan Pemprov Banten maupun kabupaten kota. Harus ditelaah satu persatu masalah asetnya karena setiap kasus itu, kasusnya beda. Ada yang sudah gugatan, ada yang baru konflik, ada yang ini kita petakan dan nanti kita cari jalan terbaik,” kata mantan Kepala Pusat Daskrimti Kejagung ini.
Selain memberikan pengarahan terkait evaluasi kinerja, mantan Aspidsum Kejati Jatim ini juga memberikan motivasi kepada seluruh Kejari Lebak untuk tetap solid dan meningkatkan kinerja dalam pelayanan dan penegakan hukum di wilayah Lebak.
Sementara itu Kepala Kejaksaa Negeri Lebak Mayasari mengatakan, pada 2023 ini pihaknya mempunyai tiga program unggulan yaitu pertama pembangunan 10 rumah Restorative Justice di 10 desa di khususnya di daerah yang masih kuat memegang adat istiadat daerah (civil law), salah satunya di wilayah Baduy Dalam.
“Nantinya Kejari Lebak dapat berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan hukum di desa dengan berkolaborasi dengan ketua ketua adat atau kesepuhan,” kata mantan Kajari Bangka Selatan ini.
Selanjutnya, kata Mayasari, program Jaga Desa (pengawasan dan pembinaan para kepala desa dalam menggunakan anggaran desa serta administrasi desa).
“Ini juga menjadi salah satu fokus kami. Karena erat kaitannya dengan anggaran dana desa yang mesti dikawal sehingga benae-benar dapat dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat,” ujar manatan Kabag TU Kejati Jabar ini.
Jaksa juga, kata Mayasari, bukan melulu hanya melakukan penindakan terhadap para pelaku korupsi tapi juga peduli terhadap kemajuan pariwisata dan investasi. Karena itu, program unggulan ketiga yaitu Jaksa peduli Pendapatan Daerah dan Pariwisata (pengawasan dan pembinaan khususnya investasi dan pariwisata di
Lebak).
“Kabupaten Lebak ini tengah meggelait dunia pariwisatanya dan begitu juga pembangunanya. Bagaimana investor dapat nyaman berinvestasi di Lebak. Karena itu pembinaan dan pengawasan kita lakukan sesuai dengan tupoksi yang kita miliki,” imbunya.(*)
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi











