Namun, tawaran Tubagus Haerul Jaman tersebut ditolak oleh Furtasan. Sebab, politisi Partai Nasdem itu menginginkan Tubagus Haerul Jaman membayar utangnya secara penuh.
“Pak Furtasan tidak ingin utangnya dibayar dicicil, pak Furtasan ingin dibayar penuh. Pak Furtasan enggak mau janji-janji lagi,” ungkap Aris.
Aris menjelaskan, utang piutang tersebut terjadi pada 2017.
Ketika itu, Tubagus Haerul Jaman belum menjabat Walikota Serang. Ia meminjam uang dengan disaksikan Wakil Walikota Serang saat ini, Subadri Ushuluddin.
“Saksinya pak Wakil Walikota, pak Subadri,” ucap Aris.
Aris mengungkapkan, uang pinjaman terhadap Tubagus Haerul Jaman berasal dari pinjaman bank.
Furtasan, kata dia, rela meminjam uang di bank demi membantu koleganya tersebut.
“(Uang) Rp 1,9 miliar lebih itu utang pokok dan bunganya. Kalau pinjaman dulu Rp1,5 miliar, sisanya bunga bank yang harus ditanggung pak Furtasan,” kata Aris.
Aris mengungkap, Furtasan sangat kecewa dengan sikap Tubagus Haerul Jaman. Apalagi, keduanya saling mengenal dan berhubungan baik.
“Uang Rp 1,9 miliar ini kecil bagi pak Jaman, jadi jangan dibuat terus berlarut dan dibuat tidak jelas. Jangan diputus silaturahmi karena persoalan ini,” tutur Aris. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agus Priwandono











