CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Direktorat Polairud Polda Banten menangani kecelakaan kerja di PT Samudera Marine Indonesia (SMI), Kecamatan Bojonegara.
Kecelakaan kerja di PT SMI terjadi pada Sabtu 17 Juni sore dan menewaskan dua pekerja.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten AKBP Sujoko menjelaskan, setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan kerja, personel Ditpolairud khususnya Gakum melakukan pengecekan ke lokasi.
“Setelah kita lihat dari lokasi atau TKP, di sana ada jib crane jatuh. Di mana hasil daripada interogasi di TKP ditemukan akibat dari jatuhnya jib crane tersebut mengakibatkan dua orang meninggal,” ujar Sujoko, Senin 19 Juni 2023.
Dijelaskan Sujoko, yang meninggal satu orang operator crane, satu lainnya bekerja sebagai sanblas.
“Kalau untuk sementara kami masih proses penyelidikan, tapi belum bisa menjelaskan secara pasti karena masih menunggu tim inafis yang nantinya kami minta dari Polda,” ujarnya.
Menurut Sujoko, sejumlah orang sudah diperiksa atas kejadian tersebut. Adapun korban sudah diambil oleh pihak keluarga.
“Sesuai dengan permintaan keluarga untuk korban diambil dari rumah sakit, untuk administrasi permintaan visum sudah, permintaan penolakan dari keluarga terkait otopsi juga sudah dibuat,” ujarnya.
Menurut Sujoko, pihaknya masih terus mendalami peristiwa tersebut.
Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.20 WIB.
Peristiwa itu berawal saat crane 80 ton mengangkat tanki berisi air sekitar 80 ton.
Tiba-tiba saat pengangkatan itu, entah kenapa sebabnya, ban crane terpeleset hingga crane terjatuh dan menimpa pekerja.
“Karyawan yang meninggal ada satu yang tergencet, yang satunya luka parah, kaki patah. Yang meninggal dua, satunya lagi operator. Operator itu masih di dalam ruangan dia,” ujar sumber yang merupakan saksi mata kejadian tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa tiga korban tersebut sedang mengerjakan proyek pengecatan tongkang kapal yang tengah digarap oleh PT SMI 2.
“Untuk pekerjaan tongkang kapal untuk pengecatan yang bagian meninggal itu, sama yang operator itu bagian pengangkatan. Yang satunya bagian pengecatan tongkang,” ungkapnya.
Tiga korban kecelakaan kerja itu diketahui berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bojonegara.
Setelah diketahui adanya korban, petugas dari kepolisian dibantu dengan yang lainnya langsung mengevakuasi jenazah ke mobil ambulan dan diantarkan langsung ke rumah korban.
“Ambulan datang, jenazah langsung diangkat dari crane yang tertimpa tadi, jenazah langsung dimasukkan ke ambulan kemudian langsung dibawa ke rumah dia. Gak ada lagi ke rumah sakit, langsung ke rumah dia, langsung di kubur,” ujarnya.
Saat ini, lokasi kejadian perkara telah terpasang garis pengamanan dari pihak kepolisian.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak PT SMI 2 terkait peristiwa tersebut. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











