SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sumber air belerang muncul di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Pantauan RADARBANTEN.CO.ID, sumber air belerang muncul di saluran drainase di halaman proyek pembangunan gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ada beberapa titik yang menimbulkan luapan air belerang. Bau menyengat juga tercium hingga ke Markas Polres Serang.
Sejumlah pegawai Pemkab Serang yang sudah menempati gedung di Puspemkab Serang juga mengeluhkan adanya air belerang itu.
Mereka merasa terganggu karena air belerang itu menimbulkan bau yang menyengat.
Warga Kampung Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Iing Rasudin mengatakan, sumber air belerang itu muncul sejak satu bulan lalu.
Iing yang berjualan di depan sumber air belerang itu mengatakan, munculnya air belerang itu akibat pengeboran air yang dilakukan oleh pelaksana proyek pembangunan gedung Puspemkab.
“Itu ngebor airnya kedaleman, harusnya maksimal 12 meter, tapi itu sampai 30 meter ngebornya,” katanya.
Ia mengatakan, saat pengeboran air oleh pelaksana proyek tiba-tiba muncul semburan gas setinggi tiga meter. Tak lama kemudian, keluar air belerang.
Dikatakan Iing, pelaksana proyek sudah menutup sumber bor air tersebut. Namun, air belerang itu muncul di tempat lain.
“Kalau pagi baunya sangat menyengat, ini (drainase) kan ngalirnya ke sungai, jadi air belerangnya juga sampai ke sungai, warga sudah banyak yang ngeluh,” ujarnya.
Iing menjelaskan, di kawasan tersebut, khususnya di Desa Kaserangan, memang sudah pernah ditemukan sumber air belerang di permukiman warga.
“Kalau di sini, ngebor air terlalu dalam pasti muncul air belerang, di kampung juga ada yang seperti ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Agus Priwandono











