SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perumdam Tirta Madani menanggapi krisis air bersih di Kampung Jaya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Bahwa, hal itu akibat pengelolaan air masih dilakukan oleh PDAM Tirta Albantani milik Pemkab Serang.
Direktur Perumdam Tirta Madani, Arif Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menyurati PDAM Tirta Albantani untuk pengalihan aset PDAM Tirta Albantani dari Pemkab Serang ke Kota Serang.
“Kami sudah menyurati, tapi kan semuanya butuh proses dan ada penilaian appraisal. Apakah bisa di-take off ke kami dengan nilai pergantian sesuai aset tersebut atau dihibahkan, atau mungkin akan dilakukan SPAM regional dengan kerja sama, itu belum ada kesepakatan,” katanya.
Selama ini, Arif mengatakan, Perumdam Tirta Madani setiap bulan mendapatkan pendapatan sekitar Rp 20 juta per bulan, atau Rp 3 miliar per tahun dari jumlah 4.000 pelanggan.
“Penerima aktif itu sekitar Rp 3 miliar setahun, dengan jumlah pelanggan aktif 4.000. Memang masih ada yang utang, sekitar Rp 1 miliar sejak Perumdam berdiri,” ujarnya.
Ia pun mengakui, masih banyak wilayah yang belum terpasang pipanisasi, termasuk di Kecamatan Kasemen. Artinya, pipanisasi air bersih belum menyeluruh.
“Masih banyak. Makanya jaringan pipanisasi kami itu baru tercapai tiga persen, karena banyak yang belum terbangun. Baru dua Kecamatan yang sudah, yang lainnya belum,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











