TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Tiara Maharani menyita perhatian publik.
Tiara Maharani dianiaya suaminya Budyanto Djauhari, hingga babak belur, usai memergoki suaminya selingkuh dengan mengirim pesan kepada wanita lain.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel, drg. Khairati, memperingatkan kepada seluruh wanita yang memiliki suami temperamental, sebab tipikal suami temperamental akan terus melakukan kekerasan kepada istrinya, tanpa ada rasa menyesal dan berubah.
“Tabiat suami yang melakukan kekerasan akan sangat sulit dihilangkan, kalau si pelaku tidak sadar kalau mereka itu temperamental. Harus dibawa ke psikolog, karena kekerasan itu akan terulang lagi di kemudian hari, si istri harus siap dengan itu,” ujar Khairati kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 18 Juli 2023.
Khairati mengatakan, kasus KDRT yang kerap terjadi pada akhirnya sang istri akan kembali ke pangkuan suaminya, karena takut diceraikan, hal ini karena lemah dan tak berdayanya posisi istri di hadapan suami.
“Sebenarnya mereka tidak berdaya karena khawatir diceraikan, memilih damai, nah itu yang menyebabkan mereka lemah dari segi ekonomi, karena selama ini ketergantungan sekali dengan suami, dan takut tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup kalau cerai nanti,” ujarnya.
Khairati mengatakan, program pemberdayaan perempuan salah satunya adalah meningkatkan keterampilan perempuan agar mampu mandiri dari segi ekonomi.
“Makanya kita terus mengadakan program-program pemberdayaan perempuan agar mereka mandiri dari segi ekonomi,” katanya.
Menurut Khairati, pihaknya saat ini juga telah mendampingi korban menyembuhkan traumanya dengan menghadirkan psikolog.
“Kondisi korban jiga terus membaik,” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











