SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Belasan ibu-ibu yang ada di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang Kabupaten Serang mengikuti pelatihan dasar menjahit yang diadakan oleh Pemerintah Desa Kaserangan.
Pantauan di lokasi terlihat ibu-ibu nampak antusias mengikuti pelatihan. Dari mulai menggambar pola pada karton, mengukur hingga menyatukan potongan kain dengan menggunakan mesin jahit milik pemerintah Desa.
Salah satu peserta pelatihan Walidah mengatakan, pelatihan sudah berjalan selama kurang lebih tiga bulan lalu yang mana melibatkan ibu-ibu yang ada di Desa Kaserangan.
“Alhamdulillah sudah berjalan setiap hari pelatihannya, karena kan bergantian,” katanya saat ditemui di lokasi pelatihan Desa Kaserangan, Selasa 1 Agustus 2023.
Ia menjelaskan ada banyak sekali hal yang dipelajari dalam kursus menjahit yang mana difokuskan pada hal-hal mendasar untuk menjahit.
“Jadi dari pertama dulu seperti membuat pola, lalu diukur, baru setelah itu dijahit hingga nanti menjadi baju,” jelasnya.
Saat ini terdapat beberapa kendala uang dirasakan dalam proses pelatihan kursus menjahit. Baik dari peralatan, bahan hingga keterampilan yang belum mempuni sehingga belum dapat membuat baju-baju yang bagus.
Dari sejak tiga bulan terakhir berlatih kursus menjahit, sudah ada sebanyak 4 baju yang telah diproduksi dengan bantuan perajin lokal sebagai pelatihnya.
“Harapannya untuk kegiatan ini bisa lebih lancar lagi dan mendapatkan support dari pemerintah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Saat ini ada sebanyak 15 orang yang menjadi peserta pelatihan kursus menjahit dimana setiap harinya selalu bergantian lantaran keterbatasan peralatan.
Sementara itu Kepala Desa Kaserangan Nurdin mengatakan pihaknya baru memulai untuk pelaksanaan kursus menjahit di wilayahnya. Rencananya, pihak desa akan mengembangkan kursus tersebut menjadi UMKM.
“Kita harapkan nantinya akan menjadi UMKM dan mengembangkan perekonomian masyarakat khususnya ibu-ibu yang ada di desa kaserangan,” jelasnya.
Saat ini pemerintah Desa baru memiliki dua mesin jahit yang dianggarkan melalui dana desa. Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah kabupaten Serang untuk memberikan support agar program tersebut dapat berjalan.
“Kepada dinas yang bisa membantu untuk penambahan mesin jahit kami tunggu agar bisa lebih banyak lagi warga yang dapat terlibat pelatihan,” terangnya.
Ada beberapa hal yang diproduksi di tempat pelatihan tersebut, seperti baju, kaos hingga seragam sekolah. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: AGung S Pambudi










