SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang meminta warga untuk mewaspadai puncak El Nino yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2023.
Koordinator Data dan Informasi pada BMKG Klas I Serang Tatang Rusmana mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan suhu muka laut yang mana di Samudera Pasifik bagian Timur terdapat ENSO Netral. Kemudian, terdapat kombinasi dari fenomena El Nino dan IOD positif yang diprediksi akan terjadi pada semester II 2023.
“Hal itu dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia selama periode musim kemarau 2023. Sehingga, El Nino pada Agustus ini masuk pada level moderat, yang berarti sudah memasuki puncaknya hingga September mendatang,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu 6 Agustus 2023.
Ia mengatakan, dampak yang paling terasa terjadinya el nino di wilayah Indonesia yaitu berkurangnya curah hujan yang mengakibatkan tahun ini akan lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
“Artinya hujan masih tetap ada, namun tidak sering melainkan lebih sering kemarau, kondisi di tahun ini akan lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Kondisi terparah pernah terjadi pada 2014 dan 2019 lalu, kondisi ini biasanya antara empat sampai tujuh tahunan, dan tinggal persiapan antisipasinya saja dari semua pihak,” katanya.
Meski kondisi ini pernah dialami, kata Tatang, warga diminta untuk tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan oleh El Nino yaitu kekeringan. Pasalnya, bisa meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan yang perlu di antisipasi lebih dini, terutama pada wilayah yang rentan dan sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Kondisi ini sudah pernah kita alami, namun tetap antisipasi harus dilakukan supaya kejadian kebakaran yang penyebabnya yaitu El Nino bisa terhindari,” ujarnya.
Ia mengatakan perlu adanya beberapa langkah aksi dan antisipsi dini untuk mengurangi dampak potensi kekeringan yang terjadi pada sebagian wilayah Indonesia. Sehingga, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi risiko bencana seperti, kekeringan, kekurangan air bersih dan gagal panen yang bisa memicu terganggunya ketahanan pangan.
“Dalam penggunaan air, diharapkan warga untuk bisa menguranginya dan di wilayah yang masih ada hujan diharapkan untuk bisa menyimpan cadangan air. Selain itu, warga juga tidak perlu panik yang berlebihan dengan isu El Nino, namun tetap mengikuti perkembangan informasi iklim dari BMKG,” ucapnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, sebagai langkah mengantisipasi El Nino terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Serang, pihaknya bakal menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk penanaman padi di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Tunjung Teja dan Mancak. Tujuannya, untuk percepatan penanaman padi, agar ketersediaan pangan Kabupaten Serang terpenuhi.
“Kita telah mengajukan permohonan ke Kementan untuk melakukan penanaman padi di 1.000 hektare itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa mulai tanam. Supaya, pas puncak El Nino kita bisa panen, agar dapat diantisipasi ketersediaan pangannya,” katanya.
Selain itu, kata Suharjo, pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai peralatan penunjang pada program 1.000 hektare lahan pertanian, agar dapat terus teraliri air. Alat yang disiapkan seperti, jaringan air dan pompanisasi menuju lahan pertanian milik masyarakat.
“Kita sudah siapkan alat-alat penunjangnya, supaya para petani lebih mudah dan lebih cepat melakukan penanaman padi, tanpa hambatan,” ucapnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











