Panen raya padi itu dilakukan dalam rangkaian ekspedisi reformasi birokrasi berdampak tematik, dimana sebelumnya juga telah dilakukan hal yang sama berupa penyaluran air bersih kepada masyarakat dari beberapa OPD di lingkungan Pemprov Banten.
Selain melakukan panen raya, pada kesempatan itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar juga memberikan bantuan sumur pantek kepada Poktan Suka Maju dan Tani Maju.
Kemudian bantuan power threaser dan pompa air kepada Poktan Talang Tani. Terakhir bantuan pompa air kepada Poktan Harapan Tani. Al mengatakan, bersama petani setempat dirinya berkesempatan ikut melakukan panen secara langsung dengan menggunakan combine.
“Tadi itu kita isi sampai penuh, dua kali putaran saja. Itu berarti kualitas padinya cukup baik, mungkin sampai 6 ton per hektarenya,” kata Al.
Ia mengaku bersyukur, di situasi kemarau panjang dan El Nino, para petani di Provinsi Banten masih bisa melakukan panen raya. Untuk memastikan siklus tanam padi tetap berjalan dengan baik, pihaknya memberikan bantuan peralatan pertanian.
“Satu sumur pantek itu bisa mengairi sekitar 20 hektare sawah. Mudah-mudahan ini bisa membantu pengairan persawahan di sekitarnya,” ucapnya.
Al juga mendorong kepada para kepala desa, dengan bantuan anggaran baik dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat, bisa dimanfaatkan untuk memperluas cakupan bantuan pompanisasi petani.
“Dengan begitu maka asas gotong royong itu benar-benar diterapkan,” ujarnya. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











