SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang akan melakukan penertiban terhadap bus-bus yang memasang klakson telolet.
Klakson telolet marak dipasang di bus. Klakson tersebut juga membahayakan karena bisa mengakibatkan rem blong, sesuai hasil analisa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Disebutkan bahwa sumber klakson telolet dari tabung angin untuk mengerem.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) pada Dishub Kota Serang, Edi Junaedi mengatakan, bus-bus yang menggunakan klakson telolet tersebut juga membahayakan anak-anak. Sebab, klakson itu membuat anak-anak semakin berani menyetop bus di pinggir jalan.
“Sebenarnya itu sangat membahayakan juga. Karena sekarang anak-anak itu lebih berani nyetop di pinggir tol, minta telolet om telolet om, itu bisa membayakan,” ujarnya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 1 Oktober 2023.
Ia mengatakan, anak-anak lupa dengan keselamatannya saat mendengar klakson telolet dari bus-bus yang melintas.
“Kemarin saya masuk tol, kaget saya melihat anak-anak kecil di pinggir tol pada kunpul minta telolet. Kan mereka kadang-kadang joget-joget, tidak terasa sampai masuk ke tangah jalan, kan itu membahayakan sekali,” katanya.
Terlebih, kata dia, Kota Serang selalu menjadi salah satu wilayah yang sering dilalui oleh bus-bus, khususnya bus yang menuju tempat wisata.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap bus-bus yang memasang klakson telolet.
“Mungkin kita akan menertibkan itu, karena yang jelas banyak mudaratnya. Bakal ada penertiban klakson telolet supaya bisa dicopot,” ucapnya.
Ia menilai, klakson telolet dapat membahayakan anak-anak meskipun hal tersebut untuk hiburan.
“Yang rishi itu, sekarang penggunaan telolet sudah merajalela, bahkan anak-anak banyak yang minta klakson telolet sampai joget-joget di tengah jalan, itu yang membahayakan,” tuturnya.
“Kita ke depan akan melakukan penertiban itu, karena jelas itu sangat membahayakan,” imbuhnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











