SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Serang dilanda kekeringan. Ratusan hektare tanaman padi di wikayah ini mengalami puso atau gagal panen. Namun, stok beras untuk Kabupaten Serang dipastikan masih aman hingga akhir tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Serang, Faris Sudirman. Ia mengatakan, jika stok yang tersedia di Perum Bulog Sub Divre Serang ada 3.900 ton.
“Untuk stok posisi sekarang kami kurang lebih ada 3.900 ton,” katanya, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Dengan jumlah stok beras yang tersedia tersebut, diperkirakan akan mampu mencukupi kebutuhan beras hingga akhir tahun 2023.
“Dengan asumsi pembagian untuk pembagian atau penyalurannya melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar itu di 200 sampai 300 ton per bulannya,” jelasnya.
Ia mengatakan, selain akan menyalurkan pangan tersebut, pihaknya juga memiliki program lainnya, yakni bantuan pangan yang sudah berjalan sejak September 2023.
“Ini sebenarnya sudah berjalan sejak September dan akan berakhir di bulan November 2023,” terangnya.
Bulog Sub Divre Serang juga akan kembali mendapatkan penambahan stok dari Bulog Pusat sekitar 3.000 ton untuk pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Serang.
Dalam upaya untuk melakukan stabilitas harga pangan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota Serang untuk menggelar pangan murah.
“Yang kami laksanakan hampir setiap hari dengan Pemerintah Kota ataupun Kabupaten Serang,” jelasnya.
Pihaknya juga melakukan penyaluran pangan secara masif ke beberapa pasar sebagai upaya stabilisasi harga.
“Melalui program Bapanas yang ditugaskan kepada Perum Bulog yaitu dengan penyaluran secara masif beras SPHP yang kita sebar di beberapa pasar di Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











