SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1,56 juta penduduk Banten terjerat pinjaman online (Pinjol).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DKI Jakarta-Banten, nilai pinjaman pinjol di Banten juga tumbuh 7,63 persen (yoy).
Kepala Bagian Informasi, OJK DKI Jakarta-Banten, Dendy Kurniadi Amintapura mengatakan, nilai pinjaman tumbuh dari Rp 4,19 triliun pada Agustus 2022 menjadi Rp 4,52 triliun pada Agustus 2023.
“Dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif sejumlah 1,56 juta entitas pada Agustus 2023 atau tumbuh 2,54 persen (yoy),” ungkap Dendy dalam kegiatan Economic Outlook 2003 dan 2024 yang diselenggarakan Pokja Wartawan Ekbispar Provinsi Banten di Hotel Aston Serang, Jumat, 27 Oktober 2023.
Sementara itu, lanjutnya, kualitas pinjaman atau tingkat wanprestasi 90 hari mengalami perbaikan sejak Agustus 2022 sebesar 2,80 persen menjadi 2,29 persen pada Agustus 2023.
Dendy mengungkapkan, dari 1,56 juta penduduk Banten yang terjerat Pinjol, paling banyak nasabahnya adalah generasi milenial.
“Itu yang menjadi kekhawatiran saya, walaupun ini belum bisa dibuktikan secara akademik. Cuma berkaca dari sebuah diskusi saya dengan teman-teman di UIN belum lama ini, memang momok pinjol dengan judi online, kayaknya ada korelasi yang erat. Khawatir itu,” ujarnya.
Dendy menerangkan, keberadaan pinjol banyak karena perkembangan teknologi yang memang tidak bisa ditolak.
“Itu bagaimana pun juga akan terjadi, berdampak langsung juga terhadap kondisi masyarakat termasuk kondisi keuangan dalam hal ini. Dan kalau misalkan kita evaluasi kebutuhan masyarakat, memang kemudahan teknologi itu juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat itu sendiri,” tuturnya.
Kata dia, motivasi untuk meminjam uang di pinjol itu terjadi karena yang semula tidak butuh-butuh sekali meminjam uang menjadi butuh. Sehingga, pada akhirnya itu bisa mendorong perilaku produktif masyarakat.
“Ini yang ingin kita sampaikan, harus mendorong dan mengedukasi masyarakat secara bijak memanfaatkan teknologi yang ada untuk perkembangan ekonomi mereka itu sendiri,” terangnya.
Dendy mengatakan, OJK juga berupaya semaksimal mungkin untuk semakin menyadarkan masyarakat dengan meningkatkan ekonomi masyarakat secara luas.
Hal ini dilakukan untuk semakin menyadarkan mereka agar bisa semakin bijak dalam mengggunakan dan mengelola keuangan, termasuk menggunakan teknlogi.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari pinjol ilegal. Walaupun sudah kita bersama satgas waspada investasi, kita basmi tapi terus bermunculan, karena tidak lepas memang permintaan masyarakat tinggi,” ungkapnya. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











