PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Belakangan ini, Es Teh Badag di Pandeglang menjadi primadona di kalangan kawula muda dan masyarakat umum.
Gerai Es Teh Badag berada di Jalan Taman Makam Pahlawan Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Meski telah hadir sejak awal tahun 2023, minuman ini baru-baru ini mulai menarik perhatian pembeli dengan pesanan yang meningkat.
Sepeeti dituturkan Farhatunisa, dirinya selalu membeli Es Teh Badag yang memang sudah menjadi langganan lantaran tergoda dengan sensasi kesegaran es teh tersebut.
“Iya sering beli di sini sudah jadi langganan ya rasanya enak segar, terus harganya juga cukup murah banget,” katanya.
Tb. Choirul, penjual Es Teh Badag, menjelaskan bahwa nama brand dagangannya terinspirasi dari nama Pandeglang yang terkenal dengan keberadaan badak di Taman Nasional Ujung Kulon. Sehingga, minuman ini dinamakan sesuai dengan ikon kota tersebut.
“Kota Pandeglang dikenal dengan badak di Ujung Kulon, jadi kami memilih nama Es Teh Badag karena esnya sebesar badak itu,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 23 November 2023.
Terdapat beragam varian Es Teh Badag, mulai dari es leci tea, blackcurrant, lemon tea, jeruk orange, Yakult, hingga es teh original dengan harga yang terjangkau, berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 8.000.
“Dengan harga yang terjangkau, kami menyediakan berbagai macam varian minuman kepada pelanggan kami,” tambahnya.
Tb. Choirul mengungkapkan bahwa penjualannya mampu mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya.
“Dari penjualan Es Teh Badag, kami mampu meraih omzet hingga Rp 20 juta per bulan,” tuturnya.
Salah satu varian terlaris dari Es Teh Badag adalah es teh original, yang menjadi favorit di kalangan pembeli.
“Es teh original menjadi favorit banyak orang, namun tentu saja itu tergantung pada selera masing-masing. Pengunjung yang paling banyak adalah anak sekolah dan kawula muda,” jelasnya.
Bagi yang ingin mencoba Es Teh Badag, gerai ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Tb. Choirul berharap agar minuman Es Teh Badag terus diminati oleh masyarakat, sehingga usahanya dapat terus berkembang dengan baik. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











