PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi dampak lonjakan wisatawan di Pandeglang.
Momentum Nataru juga akan dimanfaatkan oleh Disparbud Kabupaten Pandeglang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraini, capaian PAD dari sektor pariwisata di Pandeglang baru menyentuh angka 72 persen dari target Rp 900 juta.
Ditambahkan Neneng, Disparbud hanya mengelola dua objek wisata. Yakni, pemandian Cikoromoy dan Cisolong
“Dari Rp 900 juta baru tercapai 72 persennya. Untuk wisata Cisolong kami juga sudah limpahkan ke pihak ketiga dengan pembayaran di muka sebesar Rp 650 juta. Jadi tinggal bagaimana kita memanfaatkan wisata Cikoromoy ini,” ungkap Neneng, Selasa, 5 Desember 2023.
Dikatakan Neneng, dalam pemanfaatan objek wisata pemandian Cikoromoy, pihaknya memiliki kendala.
Lanjutnya, pengelolaan pemandian Cikoromoy dilimpahkan pada warga setempat dan menggunakan sistem bagi hasil. Namun, terkadang warga setempat kurang kooperatif.
“Mudah-mudahan aja ya. Kita bakal terus dorong. Walaupun agak sulit seenggaknya pendapatan PAD kita bisa bertambah,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya kisaran potensi PAD yang akan diperoleh, Neneng masih belum berani menyebutkan.
Sementara itu, terkait objek wisata tujuan pengunjung, Neneng memprediksi bahwa kawasan obyek wisata pantai di Kabupaten Pandeglang akan menjadi primadona.
“Ya, jauh-jauh hari juga kebanyakan sudah ada booking pemesanan seperti vila ataupun hotel untuk menginap,” tuturnya.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan wisata lain, pantai akan didatangi oleh 70 persen wisatawan baik dari Kabupaten Pandeglang maupun luar daerah.
“Kalau kita liat tahun-tahun sebelumnya seperti itu. Tahun ini dipastikan akan sama seperti itu,” katanya.
Neneng mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan persiapan guna mengantisipasi lonjakan tersebut. Sejauh ini, Disparbud Pandeglang sendiri sudah membentuk tim monitoring terhadap tiap-tiap objek wisata.
“Melalui tim tersebut, tiap objek wisata diwajibkan memenuhi syarat-syarat sapta pesona. Minimal mereka memenuhi sapta pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan,” tuturnya.
Terkait kebersihan, Neneng mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat kepada setiap pengelolaan objek wisata di Kabupaten Pandeglang.
Melalui surat tersebut, ia nantinya akan menekan ke para pengelola agar tetap bisa menjaga kebersihan di lingkungan objek wisata.
“Pengunjung nih ya, khususnya daerah pantai kita akan tekankan ke pengelola agar bisa melarang mereka membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











