LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca kejadian jembatan gantung ambruk di Kampung Co’o, Desa Leuwi Co’o, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, saat ini warga, harus terpaksa melewati sungai yang hendak berangkat sekolah dan bekerja, Jumat 15 Desember 2023.
Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Co’o Barat dan Kampung Co’o Timur, terputus sekira pukul 11.00 WIB yang mengakibatkan satu anak sekolah mengalami luka ringan, pada Kamis 14 Desember 2023.
Warga Kampung Co’o Timur, Risna mengatakan, saat ini untuk sementara waktu mayoritas warga terpaksa harus melewati Sungai Co’o karena akses jalan terdekat melewati sungai tersebut.
“Aktivitas setiap hari iya lewat sini, Iyah ini akses terdekat lewat sini,” katanya usai melintasi sungai, Jumat 15 Desember 2023.
Ditanya soal takut atau tidak lewat sungai, Risna mengungkapkan jika keadaan sungai sedang surut, ia tidak terlalu menghiraukan hal tersebut dan merasa aman saja melewati sungai.
“Iya lewat sini, lewat kali. Kalo sekarang lagi kecil ya, lagi surut. Kalo airnya lagi besar mah, kita engga lewat sini,” ujarnya saat berada dekat jembatan.
“Ada jalan lain, tapi harus muter jauh. Sehingga biar cepet lewat ini jalannya. Kalo kesana jauh muternya,” sambungnya.
Untuk diketahui, jembatan tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak. Diduga kondisi jembatan yang sudah lama, mengakibatkan jembatan tersebut ambruk. Penyebab jembatan ambruk, karena tali sling pada jembatan terputus sehingga badan jalan yang terbuat dari besi ambruk.
Sementara Hendra warga Co’o Barat, mengatakan jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga dan merupakan akses satu-satunya yang paling dekat untuk anak sekolah.
“Jadi jembatan ini penting banget, untuk lalulintas dan yang kedua, untuk anak-anak sekolah yang melintas ke sebrang dari Coo Barat ke Coo Timur, dan sebaliknya untuk sekolah SMP,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











