SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mengungkap alasan mengapa di sebagian wilayah kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi selama bulan Desember ini.
Sekertaris DKPP Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan kondisi kesulitan pupuk di bulan Desember ini tidak terjadi di seluruh wilayah di Kabupaten serang, melainkan hanya di beberapa wilayah saja.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena memasuki akhir tahun dan banyak petani yang sudah menebus semua jatah pupuk subsidi yang mereka miliki dari pemerintah pusat.
“Kemungkinan di wilayah yang ditemui itu pupuk subsidinya sudah ditebus semua sehingga di akhir tahun ini mereka kosong stoknya, tetapi tidak di semua wilayah. Ada kecamatan-kecamatan lain yang stoknya masih ada itu memang bisa ditebus,” katanya, Minggu 17 Desember 2023.
Ia mengatakan, status pupuk subsidi membuat petani tidak dapat terus menerus menebus melainkan berdasarkan quota yang mereka miliki ketika telah di ACC oleh pemerintah pusat.
“Misal mereka memiliki lahan 1 hektare, ditanami 3 kali kebutuhan pupuknya dalam sekali tanam 3 kwintal nah yang saya usulkan itu 9 kwintal untuk satu tahun. Tapi karena itu adalah quota subsidi, belum tentu 9 kwintal itu di acc oleh pusat terkait dengan anggaran pusat,” tegasnya.
Ia mengaku selalu melakukan update data penerima pupuk subsidi dan mengusulkannya setiap akhir tahun ke pemerintah pusat.
“Di akhir tahun mereka ada musyawarah di desa terkait dengan penyusunan RDKK terkait kebutuhan pupuknya dalam satu tahun. Sekarang sedang penyusunan rdkk untuk 2024 didalamnya ada pupuk,” terangnya.
Lebih lanjut, ia meminta kepada para petani yang kehabisan stok pupuk subsidi untuk sementara waktu beralih ke pupuk non subsidi untuk sementara waktu memenuhi kebutuhan tanamnya. “Pupuk non subsidi tersedia sepanjang waktu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











