PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 463 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2023.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang Dian Handayani mengungkapkan, terjadi lonjakan terkait kasus DBD. Sebanyak 363 kasus dari Januari sampai November 2023, namun di Desember ada 100 orang terkena DBD.
“Kita ketahui penyebab DBD itu kan memang virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti, di tempat-tempat yang tidak langsung menempel ke tanah, seperti ban bekas dan botol Aqua botol bekas atau genangan air,” ungkapnya, Jumat 5 Januari 2024.
Dikatakannya, ketika tempat perindukannnya semakin banyak karena ditambah kondisi cuaca musim pancaroba, otomatis jentik nyamuk semakin banyak.
Ia menyampaikan, untuk sebaran wilayah kasus DBD yang paling tinggi itu di Labuan 82 kasus, Cikedal 52 kasus, Majasari 46 kasus, Saketi 38 kasus, dan Kaduhenjo 34 kasus.
“Nah, itu wilayah yang paling banyak yang terkena kasus DBD. Untuk kondisi penderita DBD sampai kemarin kita cek 90 mereka sudah sembuh dan 10 persen lagi masih menjalani perawatan di RSUD di Pandeglang,” ucapnya.
“Tapi alhamdulilah dari kasus DBD ini tidak ada kematian, artinya respons cepat dari petugas kesehatannya itu ada” sambungnya.
Ia melanjutkan, untuk sebagai langkah pencegahan dan menghindari perkembangan biakan jentik nyamuk DBD, pentingnya kesadaran masyarakat membersihkan lingkungan, terutama yang dianggap menjadi sarang nyamuk tersebut.
“Ya cara pencegahannya dengan menggalakan 4M plus yaitu menutup, menguras,.dan memantau jentik dengan program 1 rumah 1 jumantik, melakukan foging sesuai rekomendasi hasil penyelidikan epidemiologi,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi
Caption: Kantor Dinas Kesehatan Pandeglang/sumber: Moch Madani Prasetia











