PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, buka suara soal meningkatnya angka pengangguran di Kabupaten Pandeglang dari lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang belum tertuntaskan.
Menurut Ali Fahmi Sumanta, dalam menanggapi soal pengangguran, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kategori pengangguran.
Langkah ini diambil untuk lebih memahami aspek mana yang paling memengaruhi peningkatan angka pengangguran tersebut.
“Dinas Tenaga Kerja kita evaluasi juga, kita lihat dulu di hal mana pengangguran itu, nanti tinggal solusi dari Dinas Tenaga Kerja mau gimana nih,” ungkapnya, Senin, 22 Januari 2024.
Dikatakannya, sebagai upaya menangani pengangguran di Kabupaten Pandeglang, tentunya kemungkinan besar untuk segera mengadakan job fair atau menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan guna memberikan peluang kepada lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang masih mencari pekerjaan.
Meskipun diakui bahwa tantangan pengangguran masih ada, Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus berupaya mencari peluang bagi para pencari kerja.
“Kalau selama ini kita selalu berupaya untuk mencari peluang, tapi kan perusahaan di kita terbatas, sehingga harus banyak keluar tuh meminta di informasikan loker untuk yang di kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk mengatasi angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan melaksanakan rapat guna mencari solusi, agar bisa menampung lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di perusahaan-perusahaan lokal maupun mempertimbangkan peluang di daerah Pandeglang.
“Saya akan rapat dengan pak Kadis Tenaga Kerja untuk mengevaluasi angka pengangguran, menginventarisir perusahaan di wilayah kita, dan mencari solusi yang terbaik,” tambahnya.
Permasalahan pengangguran di Kabupaten Pandeglang terus menjadi tantangan bagi lulusan tingkat SMA/SMA hingga perguruan tinggi yang mencari pekerjaan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2022 mencapai 9,24 persen, dengan sekitar 50.910 penduduk Pandeglang menganggur. (*)
Editor: Agus Priwandono











