SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mendapati adanya penambahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 27 kasus di dua hari terakhir.
Hal itu terlihat dari data kasus DBD di Kabupaten Serang yang mengalami penambahan kasus di bulan Februari dari semula 38 kasus berdasrkan data terakhir yang diterima RADARBANTEN pada tanggal 26 menjadi 68 kasus DBD pada data terakhir per tanggal 28 Februari 2024.
Pengelola Program Penyakit Bersumber Binatang (P2BB) pada Dinkes Kabupaten Serang Pipih Saripah mengatakan dari data perkembangan kasus DBD, terdapat peningkatan kasus dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun lalu hanya ada 38 kasus DBD yang terjadi di Januari hingga Februari 2024.
Sedangkan di tahun ini, sudah ada kurang lebih ada sebanyak 126 laporan kasus DBD yang diterima oleh Dikes Kabupaten Serang. Dari jumlah kasus tersebut dapat tertangani dengan baik sehingga tidak ada yang meninggal dunia.
“Pada bulan Januari ada sebanyak 61 kasus DBD sedangkan untuk bulan Februari hingga hari ini kita sudah mendapatkan laporan sebanyak 65 kasus,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu 28 Februari 2024.
Dari jumlah kasus tersebut, ada sebanyak tiga kecamatan yang memiliki kasus DBD yang paling banyak, yakni di Kecamatan Peteir, Kramatwatu dan Kecamatan Ciomas. “Kasus ter banyak nya di wilayah Petir 7 kasus, Kramatwatu 7 dan Ciomas 5 kasus,” terangnya.
Ia mengatakan, ada faktor yang menyebabkan lonjakan kasus di awal tahun 2024 ini yang faktor utamanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang bersih.
“Faktor utama yang menyebabkan lonjakan kasus DBD akibat pergantian musim karena sekarang sedang musim hujan ini banyak jentik nyamuk yang muncul,” tegansya.
Menurutnta, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus, masyarakat harus berperan aktif untuk membuat nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak. Salah satunya ialah membersihkan lingkungannya dari sampah-sampah yang dapat menampung air.
“Selain itu dengan pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk, karena di musim hujan ini jentik nyamuk itu berkembang biak menjadi nyamuk dewasa,” tegasnya.
Selain abatisasi, pihaknya juga melakukan tindakan lainnya untuk mematikan nyamuk dewasa, yakni dengan melakukan fogging di sejumlah wilayah yang memiliki kasus yang banyak.
“Langkah terakhir kita juga melakukan fogging si kecamatan Kramatwatu, Petir, Ciomas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani
Editor: Aditya











