SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – ST alias Ucok (46) pemilik gudang tempat pengemasan beras Bulog ke premium telah beroperasi sejak tahun 2019 lalu.
Dari praktik terlarangnya tersebut, pria asal Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang itu diduga kuat telah mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady mengatakan, keuntungan yang didapatkan pelaku sejak 2023 hingga awal Maret 2024 pelaku sudah mendapatkan keuntungan Rp 700 juta lebih. Keuntungan itu didapatkan dari selisih jual ke konsumen.
“Keuntungan dari tahun 2023 sampai sekarang itu Rp723 juta,” ujarnya di Mapolres Serang, Kamis 7 Maret 2024.
Andi mengatakan, pelaku tidak hanya mengemas ulang beras Bulog ke premium. Ia juga melakukan pengoplosan beras dengan mencampur beras yang sudah berbau, berkutu berjamur dengan beras Bulog.
Agar tidak menimbulkan kerugian, tersangka mencampurnya dengan pewangi pandan. “Tersangka juga melakukan pengoplosan beras yang sudah jelek dengan beras Bulog. Di gudang milik tersangka itu ada alat mesinnya,” katanya.
Andi menjelaskan, dalam menjalankan bisnis terlarangnya itu, tersangka dibantu sekitar tujuh orang karyawannya. Mereka punya tugas masing-masing mulai dari pengemasan hingga mengantar ke tempat pemasaran. “Ada yang bagian pengemasan dan pemasaran,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Lebak ini.
Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Pengembangan dilakukan karena ada dugaan kuat keterlibatan pihak lain. “Kami masih melakukan pengembangan hingga ke atasnya,” tegasnya.
Andi menambahkan, praktik pengoplosan beras dan repacking beras Bulog ke kemasan premium ini terbongkar pada Minggu malam, 3 Februari 2024. Kasus ini terbongkar setelah Satreskrim Polres Serang melakukan penyelidikan terkait kejahatan penyalahgunaan beras Bulog.
Dari hasil penyelidikan, petugas melakukan penggerebekan di sebuah tempat penggilingan padi di Carenang. Dari tempat itu, petugas mendapati praktik pengoplosan serta repacking beras Bulog.
Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan puluhan ton beras Bulog serta beras yang sudah di repacking serta siap untuk didistribusikan. “Barang bukti beras yang diamankan ada 30 ton,” tutur mantan personel Resmob Polda Banten ini.
Reporter: Fahmi
Editor: Aditya











